Friday, January 20, 2012

Syukur

Hai,

Hari Selasa tanggal 17 Januari sore, aku menerima email kalau blogku masuk dalam 10 besar lomba blog Aqua. Wah, aku dan kakakku terkejut, tapi sangat senang sekali. Malamnya kami berangkat ke Jakarta diantar ibu, karena kami masih di bawah umur ^_^.

Pagi hari kami naik taksi menuju Wisma Antara. Wah, gedungnya bagus sekali. Aku ingat apa yang dikatakan Bapak Akhmad Mukhlis Yusuf, Direktur Utama LKBN Antara. He said about the strength of a picture. "A picture means a thousand words". A picture can change a condition by open up the hearts and minds of the viewers. Dengan kemajuan teknologi, satu foto bisa tersebar dengan cepat ke mana-mana. What's the conclusion? My mom told me that we, the bloggers, have a big power to give information and to change a negative condition with the strength of our words and pictures. Well, I think I can say that "a blog has a big power".


Kakakku ingat pesan dari Bapak Indroyono Soesilo yang mewakili Menko Kesra, bahwa ada tiga masalah utama di dunia yang disingkat FEW, yaitu food, energy, dan water. Dengan bertambahnya jumlah penduduk, maka kebutuhan air akan semakin besar. What should we do? We have to be wise with water. We have to conserve water. O ya, kakakku sangat tertarik dengan cerita Pak Indroyono bahwa Indonesia juga memanfaatkan satelit IKONOS untuk memantau pembangunan dan sumber daya alam. Wow!


Setelah mendengarkan bincang-bincang antara Aqua dan seorang ahli dari UGM, kakakku cerita bahwa kita perlu menjaga keseimbangan antara upstream (daerah hulu), middlestream (daerah aliran) dan downstream (daerah pengambilan). Menjaga daerah hulu bisa dengan mencegah penebangan hutan sembarangan dan menanami kembali hutan dengan pohon-pohon. Menjaga daerah pengambilan bisa dengan mencegah banjir. Tapi kakakku lupa bagaimana caranya menjaga daerah aliran, hehehe.


Hari Rabu itu diumumkan pemenang lomba artikel, foto dan blog. Wow, tulisannya keren-keren semua. Foto-fotonya juga keren-keren semua. Semua membuat aku merinding. Foto-foto itu menggambarkan Banyak sekali saudara-saudara kita yang masih kekurangan air, bahkan untuk minum pun sulit.

Ibuku cerita bahwa kami sering kekurangan air bersih saat pipa air dari Pasuruan bocor akibat penurunan tanah karena lumpur Lapindo. Kami dan tetangga sudah bingung semua. Tapi kami masih bisa membeli air bersih beberapa drum. Ibuku dan teman-temannya juga beberapa kali merasakan minum dan mandi air hujan waktu mereka ke Gresik. Mandi air tadah hujan? Ya. Terasa licin sekali, sabun pun tidak bisa berbuih. Waktu kecil ibuku pernah tinggal di Pacitan, saat itu belum ada air PDAM, yang ada air sumur dan tiap kali merebus air, pasti ketel airnya berkerak tebal. Hal yang sama juga dialami kakek nenekku saat mereka tinggal di Donomulyo, Malang selatan. Mereka menggunakan air sumur dan habis merebus air pasti ketelnya berkerak tebal. Trus kakakku tanya, bagaimana kalau air seperti itu (yang banyak mengandung kapur) mengendap di ginjal?

Aku juga ingat cerita ibuku dari kuliah Budhe Iwu bahwa banyak orang yang kesulitan air. Contohnya di Afrika Selatan. Diperkirakan ada 16 juta orang (3,2 juta rumah tangga) yang kekurangan air. Para wanita harus mengambil air yang jauhnya 1 km dari rumah. Kalau dalam sehari harus pulang pergi 2 kali, maka dalam sehari mereka sudah berjalan sejauh 12,8 juta km hanya untuk mengambil air. Jika jarak bumi ke bulan 384,400 km, maka para wanita ini sudah pulang pergi bumi-bulan sebanyak 16 kali dalm sehari. Ini baru di Afrika Selatan. Belum saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur dan di daerah-daerah lain yang kesulitan air. Nah, kebayang kan, betapa tinggi nilai air itu? Tapi kenapa ya yang biasanya bertugas mencari air itu wanita???

O ya, kami suka sekali kemasan Aqua yang baru yang dirancang oleh Sebastian Gunawan. Indah. Coba lihat ini.



Ini adalah grup Ngada United dari Bajawa, Nusa Tenggara Timur. Mereka menyanyikan lagu Bolelebo. Suara mereka bagus banget. Tarian dan kostumnya juga bagus.



Syukurlah bahwa penduduk Ngada sekarang sudah tidak kesulitan air bersih. Air tidak jauh lagi. Air sudah ada.

Hari Rabu itu benar-benar mengesankan bagi kami. Ada wartawan-wartawan dan fotografer-fotografer profesional, juga teman-teman blogger dari kota lain. Aku bisa belajar banyak dari mereka. Aku sangat bersyukur bisa bertemu dengan orang-orang yang punya semangat hidup yang tinggi!


Sore hari itu kami kembali pulang ke Sidoarjo. Bye, Jakarta!



Terima kasih ya, Mas Nug dan ibu, karena sudah membantu Ais bikin blog. Terima kasih juga Icup, karena sudah bantu membaca dan memberi komentar. Terima kasih temannya ibu yang sudah memberikan informasi lomba blog dan memberi ide "what's next" untuk blognya Ais. Terima kasih para juri. Terima kasih Aqua. Terima kasih Bu Lilis dan teman-teman semuanya di kelas III A SDN Pucang 3 Sidoarjo. I love you all!

Saturday, December 24, 2011

JJA


Halo .....

Saat aku di Canberra, aku jarang merasakan hujan lebat. Kalau ada hujan lebat, wah ... benar-benar sudah ditunggu kedatangannya. Kamu tahu kenapa? Karena Australia adalah benua kering. Jika sisa air di danau menurun, maka kami semua harus lebih menghemat air. Peringatan sisa air di danau dan keharusan untuk lebih menghemat air diberitakan di televisi, koran, majalah dan di jalan raya. Di saat seperti itu, kami tidak boleh menyiram taman, tidak boleh mencuci mobil kecuali hanya 1-2 ember, dll. Kalau ketahuan melanggar, kami bisa didenda! Bener!

Akhir November 2011 lalu, saat aku kembali sekolah di Indonesia, aku disambut hujan deras. Sejak saat itu hampir setiap hari aku menikmati hujan. Bahkan jalan ke sekolahku kadangkala banjir saat hujan lebat, karena letaknya lebih rendah daripada jalan raya. Baju seragam, tas ransel dan sepatuku pasti basah meskipun aku sudah membawa payung. Tapi aku dan teman-temanku selalu senang berlarian dalam hujan ^_^. Jadi, sebenarnya kita yang hidup di Indonesia harus bersyukur karena dikaruniai hujan. Tapi kita harus tahu bagaimana cara kita menjaga karunia hujan ini agar tidak menimbulkan petaka seperti banjir, tanah longsor, dll.

O ya, apa kamu pernah mendengar cerita tentang jejak-jejak air? Jejak-jejak air adalah siklus air hingga penggunaan air setiap harinya untuk kehidupan. Mungkin sudah pernah dengar ya ..... Aku dapat cerita itu saat aku masih sekolah di Canberra, juga saat aku berkunjung ke Questacon, museum pusat ilmu pengetahuan dan teknologi nasional di Canberra. Mau dengar ceritanya?

Di bawah ini adalah gambar siklus air (1).


Siklus air berkaitan dengan distribusi air yang ada di bumi (2). Sebagian besar air hujan yang jatuh ke bumi merupakan air laut, hanya sebagian kecil saja (3%) yang merupakan air tawar.


Hampir 70% dari air tawar ini tersimpan di es, gletser dan salju, 30% nya meresap masuk ke dalam bumi tersimpan dalam lapisan akifer yang disebut air tanah, dan hanya 0.3% yang berupa air permukaan.


"Ais, saljunya bisa mencair menjadi air lho!"


Air yang kita manfaatkan setiap hari di rumah sebagian besar berasal dari air permukaan. Sekitar 87% dari air permukaan ini berupa air danau, 11% berupa air rawa-rawa, dan hanya 2% yang berupa air sungai.


Tergantung dari lapisan akifer dalam tanah (pori-porinya bisa ditembus air atau sulit ditembus air), maka sebagian air tanah ini bisa muncul ke permukaan tanah dalam bentuk mata air, bisa juga mengalir ke sungai, danau dan laut, serta bisa juga dipaksa muncul ke permukaan tanah karena pengeboran atau penggalian sumur, baik sumur biasa maupun sumur artesis (3,4).

Ini cerita kakakku setelah membaca koran: banyak industri dan rumah yang sumber airnya berasal dari air tanah. Benarkah? Ya. Karena itulah beberapa kota besar di Indonesia saat ini menghadapi permasalahan air tanah yang serius, seperti di Jakarta dan Bandung. Penggunaan air tanah besar-besaran sejak seratusan tahun yang lalu menyebabkan cadangan air tanah dan mutunya menjadi jauh berkurang (5). Lama kelamaan sumur-sumur bisa kering, dan permukaan tanah menurun terus. Setiap tahunnya permukaan tanah di Jakarta turun 12 cm, sedang permukaan air laut naik 0,5 cm per tahun karena pengambilan air tanah besar-besaran dan beban bangunan yang berlebihan. Oleh karena itu, penggunaan air tanah perlu ditertibkan, tidak hanya dengan surat ijin. Kalau tidak ditertibkan, maka wilayah Jakarta bisa terendam air laut pada tahun 2050 (6). Hiiii .. Ngeri .. @_@ !!!


Aku rasakan kalau setiap saat kita selalu membutuhkan air. Tubuh kitapun sebagian besar (sekitar 60%) terdiri dari air. Sebenarnya banyak sekali penggunaan air yang "tidak terlihat", karena kita selalu menggunakan air dalam tiap aktivitas kita.

O ya, aku sering main game di web nya National Geographic Kids. Salah satu game kesukaanku adalah tentang Water Wiz. Game nya sangat menarik! Dari game itu kamu bisa tahu berapa banyak air yang kamu gunakan tiap hari untuk menggosok gigi, menyiram toilet, mandi, membuat satu potong t-shirt katun, membuat burger, membuat satu cangkir kopi, dll. Kamu bisa main game nya di http://kids.nationalgeographic.com/kids/games/puzzlesquizzes/water-wiz


Andaikan di bawah ini adalah gambar rumah kita. Yuk, kita coba hitung beberapa penggunaan air di beberapa bagian rumah kita! Semua ini untuk mengingatkan kita bahwa kita sangat tergantung pada air sehingga kita benar-benar harus menjaga dan menghemat penggunaannya.



1. Dapur:
a) Setengah kilogram nasi membutuhkan air sekitar 1.700 liter sampai siap terhidang di meja makan (7). Apa dasarnya? Sebagian besar air ini untuk mengairi sawah selama beberapa bulan, untuk membajak sawah dengan sapi (sapi juga perlu minum, sapi perlu rumput dan rumputnya perlu air untuk tumbuh) atau dengan traktor (traktor dari logam, padahal penambangan juga perlu air, industri traktor dan mesin juga perlu air), untuk pemrosesan padi hingga pengemasan dan distribusinya ke toko-toko juga perlu air. Untuk menanak nasi juga perlu air, bukan? Berapa banyak penggunaan air untuk memenuhi kebutuhan nasi setiap penghuni rumah selama sebulan?
b) Setengah kilogram daging sapi membutuhkan air sekitar 6.810 liter sampai siap terhidang di meja makan (7). Benarkah? Sebagian besar air dibutuhkan untuk menumbuhkan rumput dan jerami padi, untuk perawatan dan minum sapi selama beberapa bulan, untuk pemotongan sapi dan proses pengolahannya hingga proses memasaknya, belum lagi kebutuhan air di rumah para peternak sapi. Berapa banyak penggunaan air untuk memenuhi kebutuhan daging sapi setiap penghuni rumah selama sebulan?
c) Satu cangkir kopi membutuhkan air sekitar 30 liter hingga siap dihidangkan (7). Penghitungan penggunaan air ini tentu saja termasuk kebutuhan perawatan pohon kopi selama beberapa tahun, proses panen, pengolahan biji kopi, pengepakan, pendistribusian, penjualan, kebutuhan air para pekerja, hingga pembuatan satu cangkir kopi. Kalau setiap orang di dunia minum satu cangkir kopi setiap pagi, maka bisa dibayangkan berapa banyak air yang dibutuhkan setiap harinya.
d) Berapa banyak air dibutuhkan untuk memasak, mencuci peralatan dapur dan peralatan makan?

2. Kamar:
a) Satu t-shirt katun kita membutuhkan air sekitar 2.700 liter hingga siap kita pakai (7). Penggunaan air ini untuk merawat tanaman kapas, untuk proses pengolahan kapas menjadi benang, kain, kebutuhan air para pekerja, dll. Berapa banyak t-shirt yang kita miliki?
b) 500 lembar kertas membutuhkan air sekitar 5.000 liter hingga siap kita gunakan (7). Air ini digunakan untuk merawat pohon-pohon, proses produksi kertas, pengepakan, pendistribusian, kebutuhan air para pekerja, dll. Berapa banyak kertas yang kita pakai setiap harinya?

3. Kamar mandi
a) Kalau sekali gosok gigi kita butuh waktu 2 menit dan selama itu air dari keran di wastafel kita biarkan mengalir, maka selama 2 menit kita sudah menggunakan air sekitar 11,4 liter (7). Berapa banyak air yang digunakan untuk gosok gigi oleh seluruh penghuni rumah setiap harinya?
b) Sekali kita menyiram toilet maka kita sudah menggunakan air sekitar 9,5 liter (7). Berapa banyak air yang digunakan untuk menyiram toilet oleh seluruh penghuni rumah setiap harinya?
c) Berapa banyak air yang kita gunakan sekali mandi? Tentu banyak ya .....

4. Halaman
a) Berapa banyak air yang kita gunakan untuk sekali mencuci kendaraan bermotor?
b) Berapa banyak air yang kita gunakan untuk sekali menyiram taman?

5. Listrik
a) Listrik dari pembangkit listrik bertenaga air membutuhkan air sekitar 79,3 liter untuk setiap kilo watt jam listrik yang dihasilkannya (7). Berapa banyak listrik yang digunakan oleh seluruh penghuni rumah kita setiap harinya?
b) Listrik dari gas alam dan matahari membutuhkan jauh lebih sedikit air dibandingkan listrik dari tenaga air.

Ahhhh ..... Ternyata kita sangat tergantung kepada air dan air itu tidak murah!


Air itu mahal! Ibuku cerita bahwa air yang mengalir di keran rumah kita mahal harga dan nilainya karena itu berasal dari sumber air atau air sungai yang harus diolah dulu dengan mesin-mesin raksasa yang mahal-mahal, perlu dijernihkan, bibit penyakitnya dimatikan, sehingga memenuhi syarat tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak mengandung logam berat, setelah itu baru dialirkan ke pipa-pipa. Semakin kotor air yang dipakai sebagai sumber bahan baku air minum, maka semakin besar biaya yang digunakan untuk mengolahnya. Pipa-pipa ini kadang sudah tua atau bocor dan perlu diganti. Pekerjanya perlu digaji. Semua itu perlu dana besar. Wowww!

Ingatlah bahwa banyak saudara-saudara kita yang masih kekurangan air karena bencana kekeringan. Banyak juga saudara kita yang tidak mampu membayar pelayanan air bersih untuk kebutuhan minum, mandi, mencuci, buang air kecil dan buang air besar . Mereka melakukan semua itu di sungai. Bisa kamu bayangkan, bahwa sungai itu tentu mengandung bermacam-macam bibit penyakit. Tapi ada orang-orang yang terbiasa buang air kecil dan air besar di sungai, meskipun sudah disediakan jamban, karena mereka bisa berinteraksi dengan tetangga dan teman-temannya. Kebiasaan seperti inilah yang perlu kita ubah.


Ingatlah bahwa semakin banyak orang dalam rumah kita, maka akan semakin banyak air yang dibutuhkan setiap harinya! Jadi, kita benar-benar harus menghemat air untuk kepentingan kita dan saudara-saudara kita, serta generasi yang akan datang.

Sekarang, bagaimana caranya kita menjaga air agak tidak habis? Kita harus banyak menanam pohon di halaman rumah dan di manapun. Usahakan untuk tidak menutup halaman seluruhnya dengan paving. Kenapa? Akar pohon akan menembus tanah dan meningkatkan peresapan tanah, sehingga air hujan mudah meresap ke dalam tanah. Akar pohon juga bisa menahan tanah dari erosi. Pohon juga mencegah bahan kimia berbahaya masuk ke sungai atau air tanah (8).

Di bawah ini beberapa cara menghemat air yang biasa kami lakukan di rumah:
1. Kalau gosok gigi, ambillah air di gelas atau gayung secukupnya, dan matikan keran air.
2. Kalau mencuci tangan atau mengambil air wudlu, usahakan untuk membuka keran air kecil saja.
3. Sebaiknya tidak mandi berendam dalam bath tub, tapi pakai air secukupnya dari bak mandi atau shower.
4. Pakai toilet yang hemat air atau yang ada 2 pilihan tombol siramnya. Buanglah tisu toilet dan pembalut di tempat sampah, bukan di dalam toilet, karena diperlukan air sangat banyak untuk menghancurkan benda-benda padat ini.
5. Kalau mencuci peralatan dapur atau peralatan makan, pakailah 2 bak cuci. Sebaiknya semua peralatan disabun dulu, kemudian dicuci di bak pertama dan dibilas di bak kedua.
6. Segera betulkan keran-keran air yang bocor.
7. Pakai kulkas dan mesin cuci yang hemat air. Jangan lupa menutup pintu kulkas. Sebaiknya mesin cuci baru dijalankan setelah isinya penuh.
8. Pilih pohon dan tanaman yang tidak butuh banyak air. Siram tanaman seperlunya pada sore hari untuk menghindari penguapan karena terik matahari.
9. Buat lubang-lubang resapan biopori untuk membantu peresapan air hujan menjadi air tanah. Ini hasil penelitian Tim Biopori IPB.
10. Berhematlah dengan penggunaan listrik. Pilihlah peralatan dan lampu yang hemat listrik. Jangan menggunakan mesin cuci, setrika dan alat-alat listrik bertenaga tinggi pada waktu beban puncak antara pukul 17:00 sampai pukul 22:00. Matikan lampu dan peralatan listrik jika tidak dipakai dan pada malam hari saat istirahat.
11. Tidak buang air kecil dan air besar di sungai atau sumber air. Kebiasaan seperti ini akan meningkatkan resiko penularan penyakit lewat air dan menambah biaya pengolahan air.
12. Buanglah sampah di tempat sampah, bukan di selokan, sungai atau laut. Pencemaran air karena sampah bisa mengakibatkan penularan penyakit, mematikan makhluk hidup dalam air, terbuntunya saluran air sehingga bisa terjadi banjir, juga meningkatkan biaya perawatan saluran air, sungai, laut dan meningkatkan biaya pengolahan air. Kita juga perlu kerja bakti untuk membersihkan selokan di lingkungan rumah kita. Usahakan sampah langsung dipisahkan antara sampah basah dan kering. Sampah basah bisa kita olah menjadi pupuk, sedang sampah kering bisa dipisahkan dan digunakan atau diolah menjadi barang lain.

Berikut ini adalah puisi berjudul Jejak-jejak Air yang aku buat dengan bantuan ibu dan kakakku.

Jejak-jejak Air

Renungkan kehadiranku
Dengan nalar dan hatimu
Tiap tetesku
Melantunkan kisah perjalanan panjang dan berliku
Lepas dari mendung tebal menggumpal
Menjelma menjadi gerigi dan prisma indah kristal salju
Menari bebas di buih sungai dan gelombang laut lepas
Mengalir di kegelapan relung bumi
Menyembuhkan dahaga tanah kerontang dan gersang

Jejakku ada di tiap denyut nadi kehidupan
Tapakku ada di tenunan kain, lembaran kertas, dan gemerlap lampu malam.
Tapi, cukupkah aku untuk memaknai tiap tengadah tangan manusia
Yang berdesakan di bumi yang semakin tua?
Jagalah aku, sayangilah aku
Hingga tetes-tetesku tak hilang untuk mewujudkan impianmu.



O ya, tulisan ini aku buat bersama kakak dan ibuku. Gambar anime dan rumah itu yang bikin aku, foto-foto air dan embun di pucuk cemara itu yang motret kakakku, foto anak-anak mandi di sungai itu yang motret ibuku. Aku harap setelah membaca tulisan di blog ini, kita jadi semakin sadar bahwa kita sangat bergantung kepada air, dan sudah saatnya kita mulai menghargai kehadiran air, menjaganya dan menghemat penggunaannya. Mari kita mulai dari sekarang, dari diri kita sendiri!


Daftar Pustaka:
1.Government of South Australia. 2011. The water cycle. http://www.sawater.com.au/SAWater/Education/OurWaterSystems/The+Water+Cycle.html
2. U.S. Geological Survey.2011.Earth's water distribution. http://ga.water.usgs.gov/edu/waterdistribution.html
3. U.S. Geological Survey.2011. Ground water cycle: Ground water discharge. http://ga.water.usgs.gov/edu/watercyclegwdischarge.html
4. Northern Territory Government. 2007. Ground water and the water cycle. http://www.nt.gov.au/nreta/water/ground/basics/index.html
5. Rahadi, F. 2011. Ketika air tanah di ibukota terancam. Republika http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/11/11/11/lui6m8-ketika-air-tanah-di-ibukota-terancam
6. Fitriana, A. 2010. Setiap tahun permukaan tanah Jakarta turun 12 cm. Detik News. http://www.detiknews.com/read/2010/09/24/154355/1447644/10/setiap-tahun-permukaan-tanah-jakarta-turun-12-cm
7. National Geographic Kids. 2011. Water wiz. http://kids.nationalgeographic.com/kids/games/puzzlesquizzes/water-wiz/
8. Maryland Department of Natural Resources. Trees conserve water and reduce soil erotion. http://www.dnr.state.md.us/forests/publications/urban4.html

Tuesday, December 20, 2011

A new book

Forgiveness
is actually not something we do for other people.
We do it for the healing of ourselves
to get well and move on

My mom told me
that we always have footprints everyday
just like we write on a diary.
We have to leave the book that has many bad memories
and start to write on a new book of life

Master Oogway told Po (in the first Kungfu Panda movie):
Yesterday is a history.
Tomorrow is a mystery (that we have to fight).
But today is present (a gift).


This is a book that I made before I had my semester exam.

Sunday, December 18, 2011

Tofu

Do you know that tofu is my favorite food?
I do like tofu since I was very small, and until now I still like tofu. My whole family likes tofu.

One day I asked my mom how people mad tofu. Yesterday my mom went to a tofu maker and here is her story:

These are the soybeans


The workers soak the soybeans for around 5 hours, and then wash them again many times. When the soybeans are clean, they put them in a grinding machine.


The soybean powder is then put in a big barrel and boiled. In this picture, the producer use a steam from coal as a fuel. There are several kinds of coal and they have to choose the match calorie for their pipes and machine.


The next step is straining. The workers separate the liquid from the solid.



The workers use the liquid to make tofu, and they put the solid in bags for farm animal feed.



The liquid is then mixed with vinegar solution as a coagulant. The vinegar is then removed and the liquid is put in a mold.


Here are the tofu


The tofu is then cut into pieces and ready to be sold


Mmmm ..... yummy tofu!